Kecamatan Kalidawir telah berhasil rampungke gawe. Dalam rangka memperingati HUT Tulungagung yang ke-814, Kecamatan Kalidawir bersama seluruh desa di bawahnya menggelar Expo. Acara yang  bertempat di lapangan Kalidawir itu berjalan selama tiga hari; mulai tanggal 08 sampai dengan 10 Nopember 2019.

Penampilan Reog Kendang dari Desa Tunggangri. Dok. Putri

Tema yang diangkat dalam expo ini adalah “Gelar Produk Unggulan Menuju Kemandirian Ekonomi Desa”. Dengan tema ini, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa setiap desa di Kalidawir mempunyai potensi besar yang menjadi produk unggulan. Di smping itu juga memacu desa khususnya BUMDes agar memiliki semangat dalam pengelolaan usaha desa agar cita-cita kemandirian ekonomi tercapai.

Banyak produk lokal bermunculan di acara ini. Diantaranya ada produk pertanian, produk UMKM, produk teknologi tepat guna (TTG), dan inovasi-inovasi lain . Meskipun demikian, dapat dipastikan, yang muncul di expo tersebut belum semua, banyak produk lain yang masih tersimpan di masyarakat.

Stand Expo Desa Tunggangri. Dok. Yuliatin

Tidak tertinggal dengan desa lain, Desa Tunggangri juga memamerkan banyak produk. Secara konsep, pameran  yang ditampilkan di stand Desa Tunggangri menggambarkan tahap strategis desa ini untuk membawa desa kepada kemandirian ekonomi. Untuk itu, Tunggangri memunculkan dua ikon yang dimiliki. Pertama Perpustakaan Srikandi, lalu yang kedua BUMDes Srikandi.

Perpustakaan Srikandi sengaja dimunculkan selain untuk menunjukkan berbagai prestasi yang diraih juga menunjukkan bahwa lembaga ini turut mempunyai peran dalam pengembangan ekonomi di desa. Perpustakaan merupakan sumber ilmu yang bisa diakses masyarakat untuk mengembangkan ketrampilan mereka. Salah satu program perpustakaan yang bisa diangkat disini misalnya adalah Diskusi Petani Muda. Program ini memang sengaja menyasar kepada para petani “pendatang baru” agar mereka memiliki optimisme yang tinggi dan ilmu pertanian yang mumpuni. Dari sini diharapkan kelak muncul generasi petani baru yang literatif, sehingga cepat berkembang.

Klik Juga : Membuka Perpustakaan di Bazar Kecamatan Kalidawir

Hari Prasetijo, Camat Kallidawir, saat mengisi buku pengunjung di Stand Perpustakaan Srikandi Desa Tunggangri. Dok. Tsalis

Tidak kalah dari itu,  penampilan BUMDes Srikandi juga membawa daya tarik tersendiri. Sebagai salah satu penggerak perekonomian desa, BUMDes Srikandi menyajikan berbagai macam produk. Produk yang dimunculkan dalam kesempatan ini adalah sebagian produk yang berkaitan dengan pangan. Diantaranya ada Beras cap Srikandi, bawang merah, bawang putih, aneka jajanan, susuk kedelai, dan sebagainya. Tentu apa yang dimunculkan tersebut belum semuanya, sebab BUMDes Srikandi memiliki unit usaha lain yang yang tidak bisa dipemerkan seperti Unit Usaha Perikanan, Unit Simpan Pinjam dan Unit Usaha penjualan ATK dan Percetakan.

Dok. Tsalis

Dari kolaborasi apik antara dua lembaga desa ini, pada akhirnya Tunggangri mendapatkan nilai positif sehigga ditetapkan sebagai juara tiga. Hal ini tentu menjadi prestasi tersendiri. “Dari prestasi ini, akan terus memacu semangat kita untuk meningkatkan kebersamaan dalam mengembangkan perekonomian desa”, begitu tandas Ibu Kepala Desa Tunggangri, Ibu Sri Lailatin. (Admin)

 

 

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?