Dok. KIrud

Sabtu malam 26 Oktober 2019 Pasar Kambingan Desa Tunggangri sesak dengan kerumulan masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk mencari hiburan. Tidak tanggung-tanggung, kesesakan itu memanjang mulai dari jalan “bangjo” Perempatan Kambingan ke timur sampai “Warung Bakso-Mie Ayam Bagong”. Mereka berdatangan untuk menyaksikan acara campursari bersama lawak kondang Joklitik-Joklutuk yang beberapa hari sebelumnya sudah disosialisasikan baik melalui Medsos, maupun baliho.

Acara tersebut awalnya diinisiasi oleh Paguyuban Pedagang Pasar Kambingan Desa Tunggangri dan mendapatkan dukungan penuh dari BUMDes Srikandi serta Pemerintah Desa Tunggangri. Artinya, kegiatan ini tidak lain adalah kegiatan kolaboratif-intrastruktural. Maksudnya, kegiatan kolaborasi yang terjadi dalam satu struktur  organisasi. Secara berurutan strukur organisasi Pasar Kambingan Tunggangri dari bawah adalah Paguyuban Pasar, kemudian Paguyuban ini bernaung pada BUMDes, adapun BUMDes bernaung pada Pemerintah Desa.

“Dengan adanya Paguyuban Pasar Kambingan yang bernaung pada BUMDes ini, maka mempertegas dan memperjelas bahwa induk dari Pasar Kambingan adalah BUMDes, dan BUMDes sendiri menginduk pada Pemerintah Desa, dan memang begitu seharusnya. Artinya, secara de-jure tidak sah jika ada paguyuban pasar liar yang tidak jelas induknya, sebab dari awal berdirinya Pasar Kambingan adalah aset milik desa”, ungkap Sekretaris Desa Tunggangri, Bapak Misbachul Choiri.

Dok. Kirud

Walhasil, dari kolaborasi tersbut terciptalah bentuk kegiatan yang tertata apik. Paguyuban Pasar memiliki niat untuk mengadakan kegiatan Bersih Pasar dan Peringatan Bulan Muharam sebagai bentuk syukur kepada Tuhan, sedangkan BUMDes, juga mempunyai niat untuk melakukan seremoni Launching BUMDes Srikandi yang ditandai dengan pembukaan Kantor BUMDes di salah satu Ruko yang ada di dalam Pasar.

 

“Di Kalidawir, satu-satunya BUMDes yang menyelenggarakan launching yang sangat meriah dan spektakuler  adalah BUMDes Srikandi Desa Tunggangri ini”,  Kata Bapak Rahmat Adityo Kuncoro, Sekretaris Camat Kalidawir dalam sambutannya.

Dok. Kirud

Memang demikian adanya, acara ini selain sukses dari segi penyelenggaraan juga sukses dari sisi hiburan. Masyarakat sangat terhibur dengan adanya kegiatan ini. Kolaborasi antara campursari dan lawakan Joklitik-Joklutuk mampu memunculkan hiburan yang khas. Terlebih lawakan Joklitik dan Joklutuk mampu membuat para penonton melepas penat dengan tertawa lepas.

lihat: https://youtu.be/ZsDc0fUYS1k

“Kegiatan semacam ini direncanakan diadakan rutin setiap tahun”, begitu ungkap Eko selaku ketua Paguyuban Pasar Kambingan.

Mas Eko (begitu panggilan dari Ketua Paguyuban Pasar), memiliki harapan bahwa seluruh warga Pasar Kambingan Bisa terus kompak. Sehingga kegiatan yang terjadi di pasar tidak hanya monoton jual beli saja, tetapi ada sebagian rezeki yang disisihkan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas sebagai bentuk syukur.

Dok. Kirud

Sementara itu, ada komentar menarik dari Ibu Sri Lailatin selaku Kepala Desa Tunggangri berkaitan dengan kegiatan ini, “Kegitan ini memang muncul dari inisiatif pihak Paguyuban Pasar Kambingan. Saya mengapresiasi itu. Hal ini karena sesuai dengan spirit pemerintahan Indonesia saat ini yakni spirit “Desa Membangun” bukan lagi “Membangun Desa”. Keduanya tentu berbeda, “Membangun Desa” memiliki kesan kuat bahwa pembangunan harus dari atas (pemerintah) ke bawahannya. Adapun desa membangun memiliki arah yang berbalik, bahwa seluruh elemen dari desa bisa membangun desanya, dan inisiatif yang muncul dari Paguyuban Pasar ini dapat dijadikan salah satu contoh yang baik dari bentuk spirit ‘Desa Membangun’ tersebut.” (Admin)

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?